Ketika Yang Bahagia Sedang Bersedih dan Yang Sedih Sedang Berbahagia

Dibalik semua kebahagiaan, selalu ada kesedihan yang redup sementara waktu. Begitu pula kesedihan, dibalik kesedihan ada kebahagiaan yang redup sementara waktu. Dan menikmati kehidupan dengan berbagai dunia yang berbeda dipenuhi kesedihan dan kebahagiaan. Kesedihan yang berlarut-larut akan membawa diriku mengalami penderitaan.


Kebahagiaan yang berlarut-larut juga akan membawa diriku mengalami penderitaan. Dan satu-satunya solusi atas itu semua adalah membiarkan kebahagiaan dan kesedihan itu datang dan pergi tanpa harus meminta diriku untuk siap menerima atau menolaknya, karena ia yang datang sendiri bisa pulang ke asalnya tanpa harus diusir. Sehingga diriku merefleksikan kebahagiaan dan kesedihan bahwa tidak ada yang menetap dalam perasaan emosional itu, tatkala mereka berubah karena faktor dari luar diriku.

Bentuk emosional apapun yang melatar belakangi kebahagiaan dan kesedihan hanyalah totalitas relasi realitas diriku dengan dunia yang berada diluar diriku.

Diriku menyadari akan hadirnya emosi itu, sehingga aku menyadari bahwa ada sesuatu yang lain dari dalam diriku yang harus aku terima keberadaannya selama ini walaupun terkadang membelenggu dan menyiksa diriku sendiri.

Dari kesadaran itulah diriku menyadari akan keberadaan yang lain diluar diriku sekaligus diri yang lain didalam diriku, dan satu-satunya cara yang perlu aku dan diriku lakukan adalah aku melatih diriku atas afeksivitas dari stimulus eksternal, dengan begitu aku terbiasa untuk mengontrol segala bentuk emosional dari diriku.

"Sesungguhnya seorang diri diantara diri yang lain dengan kompleksitas emosionalnya dalam menjalani kehidupan dengan dunianya masing-masing memiliki otoritas tunggal, bahwa diri sendirilah yang sepenuhnya mengontrol segala bentuk emosional yang bisa muncul ke permukaan dan relasi diri dengan diri yang lain adalah kekuasaan atas otoritas yang berorientasi pada emosional yang otoriter, sehingga akan ada siapa yang menguasai dan siapa yang dikuasai. Dan itulah kodrat dalam diri masing-masing individu, jika ia mengetahui apa yang ditahuinya tentang emosional." — Demikian Sabda Zarariwintra
Disqus Comments